Solusi Menulis Masih Copy Paste Mahasiswa

 

 

Masalah penting yang sering dilanggar oleh mahasiswa  salah satunya adalah plagiasi. Sebuah tulisan tidak akan terindikasi copy paste jika ditulis dengan menggunakan “Bahasa” sendiri. Indicator tulisan termasuk tulisan yang copy paste sangat mudah terdeksi oleh para dosen di perguruan tinggi. Dosen sangat mudah mendeteksi tulisan tersebut copy paste atau bukan dengan menggunakan software. Software yang digunakan dan salah satu yang bagus adalah Turnitin. Universitas Jember memberikan fasilitas Turnitin kepada para dosennya. Dalam pengoreksian tugas mahasiswa, salah satu indicator penilaiannya adalah persentase plagiasi dari sebuah tulisan. Di dalam Turnitin ada indicator warna yang biasa digunakan. warna hijau menandakan tulisan memiliki prosentase plagiasi diabawah 25%. Itu indicator tulisan tersebut tidak mencontek atau copy paste yang biasa digunakan. Namun ada beberapa dosen yang memaklumi hingga 35-40% plagiasi.

Pada dasarnya copy paste merupakan sebuah alat untuk mempermudah kehidupan manusia dalam hal mengolah data atau informasi. Yang pertama menciptakan copy paste adalah Lawrence Gordon Tesler  atau Larry Tesler. Lawrence Gordon Tesler merupakan ilmuwan computer alumni dari Universitas Stanford. Pada awalnya larry menggunakan copy paste untuk memotong sebuah bagian teks dan menempelkan ke bagian lain. Awal mula copy paste digunakan pada tahun 1973.

Berdasarkan pengalaman tugas essay yang dikumpulkan lebih dari 50 % tulisan mahasiswa yang dikumpulkan di dalam e learning memiliki plagliasi lebih dari 40 %. Hal ini sebenarnya mudah ditangani jika mahasiswa mengerjakan dengan focus.  Pembahasan tentang tugas essay memiliki kesempatan yang terbuka tentang kebebeasan opini dan kreatifitas tulisan mahasiswa. Bagian penting dari sebuah tulisan adalah inti permasalahan yang akan disampaikan. Tulisan merupakan alat untuk meruntutkan pola piker. Runtutan pola pikir didasarkan dari logika yang dipakai.  Contoh logika sederhana untuk membuat tulisan yang didasarkan logika adalah

  1. Dalam paragraph 1, kalimat pertama berisi tentang apa yang anda ingin tulis
  2. Kalimat berikutnya dalam paragraph 1 berisi alasan-alasan “Mengapa” anda berapendapat seperti itu.
  3. Paragraph berikutnya adalah berisi penjelasan lebih detail alasan pertama pendapat anda
  4. Paragraph ketiga berisi penjelasan lebih detail alasan kedua pendapat anda
  5. Paragraph terakahir kesimpulan tentang alasan alasan anda berpendat yang anda jabarkan di dalam paragraph pertama

Runtutan pembahasan essay tersebut menekankan logika “Why” atau mengapa anda berpendapat seperti itu. Runtutan pembahasan tersebut bisa digunakan untuk hal sederhana hingga rumit. Perbedaannya adalah hal apa yang akan dibahas dan banyaknya literatur yang tercakup untuk membahas hal tersebut. Semakin banyak data informasi dan kajian teori literatur yang dibahas akan menambah kerumitan dari sebuah tulisan. Hal ini sangat bisa tereksplorasi di dalam tulisan essay.

Berikut adalah contoh tulisan yang didasarkan dari runtutan logika diatas.

http://pwk.teknik.unej.ac.id/contoh-penulisan-essay-dengan-logika-sederhana-why-atau-mengapa/

 

Mirtha Firmansyah

Posted on: July 20, 2020, by :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *